Rabu, 05 September 2012

Silsilah Nabi Muhammad SAW dan Karibnya


Sesungguhnya Allah telah memilih Isma'il dari anak Ibrahim,
memilih Kinanah dari anak Isma'il, memilih Quraisy dari Bani Kinanah,
memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim.”
HR Muslim dan Tirmidzi

Beliau berasal dari keturunan Qaidar bin Ismail, yang menetap di Makkah, hingga menurunkan Adnan. Adnan adalah kakek yang kedua puluh dalam silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW1. Adnan memiliki dua putra yakni Ma'ad dan Akka2. Ma'ad bin Adnan memiliki empat anak; Nizar, Qudha'ah3, Qunush4, dan Iyad. Nizar memiliki tiga anak; Mudzar5, Rabi'ah, dan Anmar6. Mudzar memiliki dua orang anak yakni Ilyas dan Ailan7. Ilyas memiliki tiga anak; Mudrikah, Thabikhah, Qama'ah8. Mudrikah memiliki dua anak; Khuzaimah dan Hudzail9. Khuzaimah memiliki empat anak; Kinanah, Asad, Asadah, dan Alhun10. Kemudian Kinanah memiliki empat anak; An-Nadhar, Malik, Abdu Manat, dan Milkan11. Dari An-Nadhar12, memiliki dua anak; Yakhlud dan Malik. Malik hanya memiliki satu anak; Fihr13. Fihr memiliki empat anak; Ghalib, Muharib, al-Harts, dan Asad14. Dari Ghalib lahir dua orang anak; Taim dan Luay15. Luay memiliki empat orang anak; Ka'ab, Amir, Samah16, dan Auf17. Ka'ab memiliki tiga putra; Murrah, Adi18, dan Hushaish. Murrah memiliki tiga anak; Kilab, Taim19, dan Yaqadzah20. Dari Kilab lahirlah Qushay dan Zuhrah21. Qushay memiliki empat putra; Abdu-Manaf22, Abdur-Dar23, Abdul Uzza24, dan Abdu Qushay. Dari Abdu Manaf lahir empat putra; Naufal, Al-Muthalib, Hasyim25, dan Abdu Syam26. Hasyim menikah, lahir empat anak; Abdul Muthalib27, Asad, Abu Shaifi, dan Nadhlah. Abdul Muthalib menikah dengan Fatimah binti 'Amr28, menikah lagi dengan Hala' binti Wahab29, menikah lagi dengan Lutna bin Hajr30, menikah lagi dengan Nutayla binti Janab31, menikah lagi dengan Sanaf binti Jundub32. Kakek Nabi menikah dengan Fatimah bin Amr kemudian melahir tiga anak, salah satunya adalah Abdullah. Abdullah menikah dengan Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah, lahirlah Nabi Muhammadi SAW.



Abdullah bin Abdul Muthalib
Beliau adalah ayah Nabi Muhammad SAW. Ibunya adalah Fatimah binti Amr bin A'idz bin Imran bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah. Anak yang paling dicintai dan paling bagus. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah anak dua orang yang disembelih” . Maksud dari hadits ini adalah Nabi Isma'il Alaihisalam dan Abdullah. Abdullah inilah yang mendapat undian untuk disembelih dan dikorbankan sesuai dengan nadzar ayahnya. Tapi sebelumnya, dia memberitahukan bahwa dia mempunyai nadzar. Ternyata mereka patuh. Abdul Mutahlib menuliskan nama-nama mereka di anak panah untuk diundi, lalu diserahkan ke patung Hubal setelah anak panah itu dikocok, dan yang keluar nama Abdullah. Maka Abdul Muthalib menuntun anaknya sambil membawa parang, berjalan menuju Ka'bah untuk menyembelih anaknya. Namun, orang-orang Quraisy mencegahnya, terutama paman-pamannya dari pihak ibu dari bani Makhzum dan saudaranya Abu Thalib. Ringkasannya, Abdul Muthalib kebingungan perihal nadzarnya. Maka mereka mengusulkan agar menemui seorang dukun perempuan. Dukun memerintahkan agar mengundi Abdullah dengan sepuluh ekor unta, hingga Tuhan ridha. Jika yang keluar nama onta. Abdul Muthalib melaksanakan apa yang diperintahkannya. Undian yang terakhir yang keluar adalah nama onta. Maka Abdul Muthalib menyembelih onta yang jumlahnya seratus ekor onta.

Abdul Muthalib bin Hasyim
Beliau adalah kakek Nabi Muhammad SAW. Ibunya adalah Salma binti Amr bin Zaid bin Labid bin Haram bin Khudasy bin Amir bin Ghunm bin Adi bin An-Najjar. Nama asli beliau adalah Syaibah. Dinamakan syaibah, karena semasa lahir sudah tumbuh uban. Menurut para dukun, anak yang terlahir dan sudah ada uban kelak akan menjadi pemimpin besar. Beliau meneruskan apa yang dilakukan oleh bapak-bapak terdahulu. Dia mendapatkan kehormatan yang tinggi ditengah-tengah kaumnya, bahkan dicintai dan diagungkan.
Ibnu Ishaq berkata, “ketika Abdul Muthalib sedang tidur di Hajar Aswad, ia bermimpi didatangi seseorang yang memerintahkannya menggali sumur Zamzam”. Kemudian Abdul Muthalib melaksanakan apa yang diperintahkan. Dalam penggalian, beliau hanya ditemani anaknya, Al-Harts. Keduanya pergi, melihat rumah semut, dan di tempat tersebut terdapat burung gagak sedang melubangi tanah, tepatnya di antara dua patung Isaf dan Nailah, tempat orang-orang Quraisy menyembelih hewan kurban mereka. Abdul Muthalib mengambil cangkul, kemudian menggali tanah di tempat yang diperintahkan. Melihat kesungguhan Abdul Muthalib, orang-orang Quraisy menemuinya dan berkata, “Demi Allah, kami tidak akan membiarkanmu menggali di tempat di antara patung kami, tempat kami menyembelih hewan kurban.” Abdul Muthalib berkata kepada anaknya, “Lindungilah aku hingga aku selesai menggali. Demi Allah, aku tetap melaksanakan apa yang diperintahkan kepadaku.” Baru sebentar menggali, ia melihat isi sumur berupa dua patung kijang dari emas, pedang yang berlumuran darah, dan baju besi. Kemudian dia memasang dua patung kijang dari emas dan pedang di pintu Ka'bah. Setelah itu, Abdul Muthalib memberi air minum kepada jama'ah haji dengan air zamzam.

Hasyim bin Abdu Manaf
Adalah kakek buyut Nabi Muhammad SAW. Ibunya bernama Atikah binti Burrah bin Hilal bin Falij bin Dzakwan bin Tsa'labah bin Buh'ah bin Sulaim bin Mansur bin Ikrimah. Nama asli beliau adalah Amru. Dipanggil Hasyim karena suka meremukkan roti. Hasyim adalah orang yang kaya-raya yang terhormat. Beliau juga memegang urusan air minum dan makanan jama'ah haji, tepatnya tatkala mengikat perjanjian dengan Bani Abdi-Dar dalam masalah pembagian kedudukan di antara keduanya. Beliau adalah yang pertama kali membuka jalur perdagangan dua kali dalam setahun bagi orang-orang Quraisy.

Wallahu alam bishowab..

Maraji'
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Darul Falah : Jakarta
Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyurahman Al Mubarakfury, Pustaka Al-Kautsar : Jakarta
Sirah Nabawiyah Ibnu Ishaq

1Syaikh Shafiyurahman Al Mubarakfury, Sirah Nabawiyah, halaman 6, Pustaka Al-Kautsar.
2Menetap di negeri Yaman, karena ia menikahi wanita orang-orang Asy'ariyyun. Asy'ariyyun adalah keturunan dari Ya'rub Yasyjub bin Qathan.
3Pergi ke Yaman ke rumah Himyar bin Saba'.
4Menurut Ibnu Ishaq, Qunush memiliki keturunan yang bernama An-Nu'man bin Al-Mundzir, dan beliau termasuk Raja di Hirah.
5Ibu beliau adalah Saudah binti Akka bin Adnan.
6Keturunannya banyak mendiami di Yaman.
7Ibu keduanya berasal dari Jurhum.
8Ibu ketiganya adalah Khindif, berasal dari Yaman. Khindif merupakan putri dari Imran bin Ilhaf bin Qudha'ah. Nama asli dari Mudrikah ialah Amir, sedangkan Thabikhah ialah Amr.
9Ibu keduanya adalah keturunan Qudha'ah.
10Ibu mereka adalah Uwanah binti Sa'ad bin Qais bin Ailan.
11Ibu An-Nadhar adalah Barrah binti Murr.
12Ibnu Hisyam mengatakan bahwa An-Nadhar dan anak keturunannya adalah Quraisy.
13Ibunnya adalah Jandalah binti al-Harits bin Midzadz Al-Jurhumi. Syaikh Shafiyurahman mengatakan bahwa Fihr merupakan julukan Quraisy dan menjadi cikal bakal nama kabilah.
14Ibu mereka adalah Laila binti Sa'ad bin Hudzail bin Mudrikah.
15Ibu mereka adalah Salma binti Amr Al-Khuza'i
16Pergi Yaman (sekarang Oman), dan menetap di sana. Pernah konflik dengan kakak “Amir”.
17Menikah dengan Bani Ghathafan. Ghathafan adalah putra dari Sa'ad bin Qais bin Ailan
18Dari keturunannya, lahir keluarga Umar bin Khatab, Fathimah binti Khathab, dan Sa'id bin Za'id.
19Dari keturunannya, lahir keluarga Abu Bakar Ash-Shidiq dan Thalhah bin Ubaidillah
20Silsilah Bani Makhzum; Khalid bin Walid, Ikrimah bin Abu Jahal (Abul Hakam, nama aslinya 'Amr), dan Fatimah binti Amr (Ibu Abu Thalib bin Abdul Muthalib)
21Silsilah Bani Zuhrah; Abdurahman bin Auf, Saad bin Abi Waqash, Aminah (Ibu Rasul) dan Hala (Ibu Hamzah bin Abdul Muthalib)
22Nama aslinya al-Mughirah
23Dari keturunannya, lahirlah Barrah binti Abdul Uzza bin Utsman bin Abdu-Dar. Barrah adalah nenek dari garis keturunan ibunya (Aminah).
24Dari keturunannya, lahirlah Zubair bin Awwam (istri Asma' binti Abu Bakar), Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi)
25Nama aslinya adalah Amru
26Dari keturunannya, lahir Utsman bin Affan, Abu Sufyan, Ummu Habibah (nama aslinya Ramlah binti Abu Sufyan, istri Nabi), Mu'awiyah bin Abu Sufyan.
27Nama aslinya adalah Syaibah
28Berasal dari Bani Makhzum, lahir tiga anak; Abu Thalib, Abdullah, dan Zubair.
29Saudara kandung Ibu Nabi (Aminah), lahir Hamzah, Al Muqawwam, dan Hijl.
30Lahirlah Abu Lahab
31Berasal dari Bani An-Nizam, lahirlah Dhirar dan Abbas
32Lahirlah al-Harith

2 komentar: