Jumat, 15 Maret 2013

IKATAN KITA

Sudah menjadi kebiasaan pekan pertama bulan baru kita merapat. Kali ini merapatnya belum beranjak, masih di daerah timuran (deket Hotel Novotel). Merapatnya tanpa pengusaha, dia lg jalanin bisnis, begitu juga dengan si anak baru, ada urusan konter hpnya di belakang kampus UNS.
Janjian kita jam 07.00 pagi, namun belom ada yang nongol termasuk tuan rumah. Sebagai pendatang pertama menunggu di depan rumah, sambil menunggu si ragil dan si kacamata. 10 menit kemudian, muncul motor shugon merah dari arah barat, dugaan saya si ragil, eh ternyata benar. Tak lama kemudian terdengar suara motor revo dari arah timur, ku tengokkan kepalaku ke belakang. alhamdulillah si kacamata datang.
Suara mesin tak terdengar lagi, semua sudah turun dari motor. Si kacamata memberanikan masuk ke dalam rumah. Suara salam terucap darinya beberapa kali. Namun tak ada jawaban yang terdengar. Dalam batinku, mungkin si empunya sedang ke pasar.
Tak lama kemudian, muncul si empunya dari luar. Dia minta maap, karena harus ke pasar dulu. Ternyata dugaanku benar. Tikar digelar dengan rapi, pertanda dmulai merapatnya.
ku lantunkan suara, pertanda merapatnya dibuka; salam, tilawah, dan prolog pertemuan kala itu. Satu demi satu program dibahas, diselesaikan, dan segera ditindaklanjuti. Selesai sudah agenda pagi itu. Serasa udah plong smua, si empunya menyampaikan uneg-uneg. seketika itu suasana jadi hening, semua tertuju padanya. Dia menyampaikan, bahwa tanggal 9 maret menggenapkan diennya, dan minta pamit, alias tidak bisa membersamai lagi ke depannya (ikut suami nda).
Seketika itu, suasana tambah rame, tak disangka, satu orang harus meninggalkan kami. Seketika itu pula, muncul kata-kata beragam, mulai berat hati untuk meninggalkannya, cerita lamalah dsb, bla, bla, bla,.... tak terasa perut juga terasa sakit, saking lamanya obrolan dan ketawa.
Ditengah asyiknya, jam sudah menunjukkan pukul 10.00. Celetukku, untuk pertama kalinya kita bisa lama buanget merapatnya.

----

Tak terasa hari itu sudah tanggal 9 maret, sebagaimana undangan akad nikahnya. api semalam saya diminta si kacamata bawa camdig, ku bilang padanya, siap!!.
Jam terus berputar, jam sudah menunjukkan pukul 09.00 saya dan si ragil, sebagai pendatang pertama undangan alumni. Tengok sana-sini, belom ada yang nongol juga.
Jam terus berputar, tempat sudah siap bahkan tamu undangan sudah memenuhi ruangan akad nikah. MC sudah ngetes micnya, pertanda acara akan dimulai. Tak lama kemudian, berlansunglah acara, pembukaan, tilawah (qari'nya bikin takjub juga), dan acara intinya.

petugas KUA sudah siap-siap.







Kalau ini sudah siap, antara calon mempelai laki-laki "Mas Gunawan" dengan kakak dari mempelai wanita. Saya nikahkan,.. bla,.. bla,.. bla,..
mas gunawannya, saya terima nikahnya bla,. bla,.
dengan mas kawin 25 gram emas (nek ora salah krungu lho).
 
 Kalo ini udah sah, Barakallah..







menanti foto bersama,.. eh ada adik kecil (mw ikutan, tapi malu kayaknya)
alumni kebagian pualiing akhir.








 Foto bersama ibundanya









Foto bersama keluarga dari pengantin laki-laki






 Edisi berdua





 

























Giliran bersama alumni.
Tadinya sempat guyon ma si ragil, emg gue alumni smaga ya??
dia cuma ketawa ja..



 









Barakallahu laka Wabaraka 'alayka Wajama'a bainakuma fii Khoir

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini,
telah berkumpul karena cinta-Mu,
dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu,
dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Rumah Aspirasi, 15 Maret 2013 

*emmaap ya harus pake istilah (tidak mengurangi rasa hormat saya kepada kalian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar