Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Cukup Allah sebagai Pelindung : Kisah Buya Hamka di Penjara



Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas

Setelah Pemilihan Umum Pertama (1955), Hamka terpilih menjadi anggota Dewan Konstituante dari Masyumi mewakili Jawa Tengah. Setelah Konstituante dan Masyumi dibubarkan, Hamka memusatkan kegiatannya pada dakwah Islamiah dan memimpin jamaah Masjid Agung Al-Azhar, di samping tetap aktif di Muhammadiyah. Dari ceramah-ceramah di Masjid Agung itu lah lahir sebagian dari karya monumental Hamka, Tafsir Al-Azhar.

Zaman demokrasi terpimpin, Hamka pernah ditahan dengan tuduhan melanggar Penpres Anti-Subversif. Dia berada di tahanan Orde Lama itu selama dua tahun (1964-1966). Dalam tahanan itulah Hamka menyelesaikan penulisan Tafsir Al-Azhar.

Waktu menulis Tafsir Al-Azhar, Hamka memasukkan beberapa pengalamannya saat berada di tahanan. Salah satunya berhubungan de ngan ayat 36 Surah az-Zumar, “Bukan kah Allah cukup sebagai Pelindung hamba-Nya...”. Pangkal ayat ini menjadi perisai bagi hamba Allah yang beriman dan Allah jadi pelindung sejati.

Kamis, 23 Mei 2013

Sikap Kita Terhadap Tertuduh

Oleh Ust Abdullah Haidir

Membela kehormatan orang yang belum tentu bersalah tentu lebih baik ketimbang mencelanya. Apalagi jika selama ini dikenal sebagai orang baik...
 

Mencela dan memojokkan, baik dengan bahasa lugas atau sindiran, terhadap saudara yang sedang dilanda tuduhan yang belum terbukti adalah indikasi 'sakitnya hati'
 

Mana yang lebih dekat dengan adab Islam, membela penuduh yang belum dikenal kepribadiannya atau membela tertuduh yang belum terbukti kesalahannya tapi sudah dikenal kebaikannya?
 

Pesan Nabi Jelas: Penuduh harus mengajukan bukti dan tertuduh cukup bersumpah jika mengingkari... (HR. Baihaqi)
 

Sebab kalau semua tuduhan langsung diterima, orang akan ramai-ramai melakukan tuduhan terhadap harta dan darah suatu kaum... (HR. Baihaqi)
 

Para ulama mengatakan: Keliru menghukumi bahwa sesorang tak bersalah, lebih baik dibanding keliru menghukumi bahwa seseorang bersalah...
 

Aneh aja.. jika mengaku aktifis Islam dan sering mengusung tema persatuan, namun ketika sesama aktifis diserbu berbagai tuduhan yang belum terbukti..
 

Alih-alih membela, atau berempati dan mendoakan kebaikan.. Yang ada justru ikut-ikutan memojokkan dengan statment yang kadang lebih menyakitkan dari masyarakat awam...
 

Baik dari adab Islam, atau tinjauan moral, sama sekali tidak mengindikasikan­ ukhuwah yang selama ini menjadi salah satu yang diusungnya..
 

Ukhuwah bukan sekedar jadi judul buku atau seminar...
 

Benarlah ungkapan hikmah yang sering kita dengar... teman yang sejati dapat diketahui saat kita sedang susah...
 

Namun kita tidak perlu mengemis-mengemis pertolongan dengan orang semacam itu. 
Sebab, kebenaran itu, dengan sendirinya akan mendatangkan pendukung....
 

Bergembira apabila mendengar 'kesalahan' saudara sebagai sebuah amunisi... lebih berbahaya dibanding kesalahan saudaranya itu sendiri..
 

Sebab yang pertama akan semakin larut dalam maksiat kebenciannya, dan yang kedua akan semakin sadar dengan kesalahannya dan lebih besar harapan taubatnya..

Selasa, 16 Oktober 2012

PERISTIWA PENTING DI BULAN DZULHIJJAH


4 Dzulhijjah
Pasukan Mongol dibawah pimpinan Jengis Khan berhasil menaklukan kota Bukhara (masuk wilayah negara Uzbekistan) setelah mengepungnya selama tiga hari. Penduduknya diusir dari kota, dan ada pula yang dibunuh. Setelah itu, Jengis Khan memerintahkan untuk membakar kota tersebut.

11 Dzulhijjah
Panglima Islam Shalahuddin Al-Ayubi bersama pasukannya berhasil menaklukkan benteng pertahanan ‘Azaz. Dalam menaklukkan ini butuh waktu tiga puluh delapan hari mengepung benteng, karena saking kuat dan kokohnya benteng tersebut. Nilai strategisnya benteng ini sebagai tempat berkumpulnya pasukan kafir dari Aleppo (Halab, Syiria) dan pasukan salib dar Athaqia.

18 Dzulhijjah
Syahidnya Khalifah yang ketiga, Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Sahabat yang menikahi dua putri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yakni Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Beliau syahid dalam keadaan memegang mushaf.
Al-Ashma'i berkata, "Dari al-'Ala' bin al-Fadhl dari ayahnya berkata, "Ketika Utsman bin Affan ra. terbunuh mereka memeriksa lemari-lemarinya dan mereka dapati di dalamnya sebuah kotak yang terkunci. Setelah mereka buka ternyata isinya adalah selembar kertas yang bertuliskan:
Ini adalah wasiat Utsman
Dengan Nama Allah Yang Malm Pengasih lagi Penyayang
"Utsman bin Affan ra. bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah SWT. semata tiada sekutu bagiNya dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Surga itu benar adanya dan neraka itu juga benar adanya. Bahwasanya Allah SWT. akan membangkitkan manusia dari dalam kubur di hari yang tidak diragukan lagi dan Allah SWT. tidak akan menyelisihi janjiNya. Di atasnya manusia hidup dan di atasnya pula manusia mati dan di atasnya juga akan dibangkitkan kembali insya Allah SWT.."


Rabu, 27 Juni 2012

Keutamaan Bulan Sya'ban



Nama bulan ini berakar dari kata bahasa arab tasya’aba yang berarti berpencar. Pada masa itu, kaum arab biasa pergi memencar, keluar mencari air. Bulan Sya’ban juga berasal dari kata sya’aba yang berarti merekah atau muncul dari kedalaman karena ia berada di antara dua bulan yang mulia juga.
Rasulullah menyebut bulan Sya’ban ini sebagai bulan yang sering dilupakan manusia, berada di antara dua bulan yang menyedot perhatian: bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan Rajab diperhatikan karena ia merupakan salah satu dari bulan Haram, sementara Ramadhan karena adanya kewajiban puasa sebulan penuh di dalamnya.

Keutamaan bulan sya'ban
Bulan sya'ban adalah mulia yang disunahkan untuk memperbanyak puasa bagi kaum muslimin. Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah sebagai berikut;
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (H.R. Al Bukhari dan Muslim)


Rabu, 23 Mei 2012

Bulan Rajab dan Keutamaannya


Bulan rajab adalah salah satu bulan mulia, yang telah Allah ta'ala sebutkan sebagai asyhurul hurum (bulan-bulan yang haram). Maksudnya, saat itu manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.1 Allah ta'ala berfirman: “Hai Orang-orang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram....” (QS Al Maidah ayat 2).
Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan haram-haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Rajab dan Muharram. (Sunan At-Trimidzi No. 1512). Rasulullah SAW bersabda “Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram; tiga yang awal adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara jumadil dan sya'ban”. (HR Bukhari No. 3025).
Dinamakan Rajab karena itu adalah bulan untuk yarjubu, yakni Ya'zhumu (mengagungkan), sebagaimana dikatakan Al Ashmu'i, Al Mufadhdhal dan Al Farra' (Imam Ibnu Rajab Lathaif Al Ma'arif, hal 117 Mawqi' Ruh Al Islam).
Banyak manusia menyakini bulan Rajab sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah, seperti sholat, puasa, dan menyembelih hewan untuk disedekahkan. Tetapi, kebiasaan ini nampaknya tidak didukung oleh sumber (dalil) yang shahih. Para ulama hadits telah melakukan penelitian mendalam, bahwa tidak ada satu pun riwayat yang shahih yang menyebutkan keutamaan sholat khusus, puasa, dan ibadah lainnya pada bulan Rajab, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalani, dan Syaikh Yusuf Qardhawi. Benar, bulan Rajab adalah bulan agung dan mulia, tetapi kita tidak mendapatkan hadits shahih tentang rincian amalan khusus pada bulan Rajab. Wallahu A'lam..
Sebagai contoh
“Sesungguhnya di surga ada sungai bernama Rajab, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa yang berpuasa Rajab satu hari saja, maka Allah akan memberikannya minum dari sungai itu.” (Status hadits : BATIL. Lihat As Silsilah Adh Dhaifah No. 1898).
“Ada lima malam yang doa tidak akan tolak: awal malam pada bulan Rajab, malam nisfu sya'ban, malam jum'at, malam idul Fitri dan malam hari raya qurban”. (Status hadits: Maudhu' (palsu). As-Silsilah Adh Dhaifah No. 1452).
“Rajab adalah bulannya Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan ramadhan adalah bulan umatku.” (Status hadits: Dhaif (lemah). Lihat As Silsilah Adh Dhaifah No. 4400)
“Dinamakan Rajab karena di dalamnya banyak kebaikan yang diagungkan (yatarajjaba) bagi Sya'ban dan Ramadhan”. (Status hadits: Maudhu' (palsu). As silsilah Adh-Dhaifah No. 3708)


Rabu, 11 April 2012

Berislam tanpa ghuluw

oleh: Kholili Hasib


ISLAM merupakan satu-satunya manhaj yang lurus (al-sirāt al-mustaqīm). Karakter ini lah yang berbeda dengan tipe agama-agama sebelumnya. Ajaran agama sebelumnya dikoreksi al-Qur’ān disebabkan mereka bersikap ghuluw (berlebih-lebihan). Seperti Nasrani yang menuhankan Nabinya. Sikap ini yang dijauhi Islam. Peringatan itu telah disampaikan Rasulullah Shallahu ‘alihi wa sallam: “Jauhilah sikap berlebihan dalam beragama, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu hancur karena sikap berlebihan dalam agama.” (HR. Imam Ahmad, hadis shahih).
Ghuluw adalah sikap melampaui batas kebenaran. Sesuatu yang berlebih-lebihan pasti akan keluar dari jalan yang lurus. Ibn Hajar mengatakan: “Ghuluw adalah berlebih-lebihan terhadap sesuatu dan menekan hingga melampau batas.” (Fathul Bāri, 13, hal. 278).



Rabu, 04 Mei 2011

Menjemput Kesetiaan

Engkau aktif dalam kegiatan dakwah ? Engkau telah bekerja melakukan berbagai upaya menebarkan kebaikan di daerah ? Jika ya, maka mungkin engkau pernah mendengar ucapan-ucapan seperti ini, entah dari siapa.

“Luar biasa aktivitas anda membesarkan dakwah di daerah. Sayang sekali, senior anda yang di pusat justru mengkhianati perjuangan anda. Mereka telah mengejar harta, tahta dan wanita, dan melupakan tujuan perjuangan. Lalu, untuk apa anda tetap berpayah-payah di daerah?”
“Sia-sia semua yang kalian kerjakan. Hasilnya dirampas oleh sebagian kecil elit di antara kalian. Apa kalian masih akan bertahan ?”

“Lihatlah apa yang terjadi pada kalian. Setiap hari bertabur berita jelek di media. Itu menandakan aktivitas dakwah kalian sudah jauh menyimpang, karena kerakusan para pemimpin kalian. Mereka telah gila dunia dan melupakan akhirat”.

Semua kata-kata itu keluar begitu saja dari mereka yang tidak mengerti makna ucapannya sendiri. Seakan-akan semua yang diucapkannya adalah kebenaran. Seakan-akan yang disampaikan adalah data dan fakta yang telah teruji kebenarannya, lalu semua yang mendengarkan diharapkan segera beriman. Seakan-akan semua yang mereka ungkapkan adalah dalil pembenaran untuk meninggalkan gelanggang perjuangan.

Selasa, 22 Maret 2011

Pemimpin yang Mendengar

Oleh Ahmad Syahirul Alim Lc*

Seperti biasa, Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA menunggang keledainya di tengah kota. Selain untuk bertegur sapa dengan sahabat dan rakyatnya, Khalifah juga memeriksa kondisi rakyatnya, menolong orang-orang yang memerlukan, dan mencegah kezaliman terjadi di negerinya.

Kita dan Jama'ah

“AKHI, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat temyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh." Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada murabbinya di suatu malam.

Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang murabbi setelah sesaat termenung.

“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja..." jawab mad'u itu.

Kamis, 17 Maret 2011

Al Qur'an Memprediksi Facebook

Kenapa Al-Qur’an disebut mukjizat tak lain dan tak bukan adalah karena kebenarannya dalam 'meramal' masa depan, Betul kah?”. Surat Al-Lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetap kafir dan masuk neraka. Dan ketika surat itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum bayangkan kalau seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari dulu sampai sekarang.


Selasa, 15 Maret 2011

Kami dan Amal Jama'i

Teruntuk Alumni FAROIS :
akhuna Zuniar, Sangga, Hendro, Taufik, Adhyaksa, dan ukhuna Shofi, Lilik, Rani, Alifah, Hana, Zaenab dkk 

Amal jama’i, merupakan suatu pekerjaan (berdakwah untuk mewujudkan cita-cita islam) secara berjama’ah, saling membantu, untuk mencapai tujuan tertentu. Maka beramal jama’i adalah kewajiban yang harus dipenuhi. Pemahaman ini berdasarkan yang prinsip :


Jalan Kita Itu Seperti Ini

Untuk saudara-saudara kami di jalan dakwah,...

Setiap antum pasti mempunyai catatan kecil perjalanan kita, catatan itu tersimpan rapi dalam ingatan ataupun my diary. Dan yang perlu kita ingat, bahwa catatan itu mengingatkan kita agar kita merasakan kesyukuran dan ketundukan kepada Allah ta’ala atas karuniaNya kita berada dalam kebersamaan disini. Berbahagialah dan berbanggalah karena Allah telah memilih kita berada di jalan ini, karena Allah telah mengistimewakan kita menerima nikmat berjama’ah dan ini adalah karunia terbaik kita terima setelah karunia keimanan kepada Allah.